Archive for July, 2007

Bisakah

Sunday, July 29th, 2007

Kutatap sosoknya masih terlihat kosong, tanpa aku bisa mengartikan makna yang mampu
menjelaskan kekosongan hatinya, terkadang dia hanya memandangi jari manisnya
yang masih terisi cincin perak bertuliskan namanya, sesekali air matanya
menetes membasahi cincin itu. Tapi dari kedalaman matanya yang tertutup butiran
air mata, aku bisa melihat kesedihan yang sangat mendalam. Memang terkadang sesuatu yang
pernah terasa pada jasad luar susah untuk dilupakan, tapi lebih susah ketika sudah
menyentuh ruang hati. Aku hanya bisa merasakan
kekosongan hatinya yang telah tersayat tanpa bisa untuk mengisinya, bisakah kehadiranku untuk kembali mengisinya, meski aku mungkin hanya burung nuri untuk bisa menggantikan sayap elangnya
yang patah.

Air mata

Monday, July 23rd, 2007

Air mata kembali berlinang
Bening tanpa noda debu
Setelah lama kering kerontang
Saat ku menemukanmu
yang kini tak lagi sendiri

Ku ingin berkata dan ungkapkan
Semua kata yang hanya untukmu
Tapi sungguh ku takbisa
Untuk lakukan itu

Sebenarnya kuingin
Tapi benar ku tak bisa
Dalam kesunyian dan kesendirian
Ku hanya bisa berbicara
Hanya lewat air mata

Bhorobudur 14, 13.33/24.07.07