Bisakah
Sunday, July 29th, 2007Kutatap sosoknya masih terlihat kosong, tanpa aku bisa mengartikan makna yang mampu
menjelaskan kekosongan hatinya, terkadang dia hanya memandangi jari manisnya
yang masih terisi cincin perak bertuliskan namanya, sesekali air matanya
menetes membasahi cincin itu. Tapi dari kedalaman matanya yang tertutup butiran
air mata, aku bisa melihat kesedihan yang sangat mendalam. Memang terkadang sesuatu yang
pernah terasa pada jasad luar susah untuk dilupakan, tapi lebih susah ketika sudah
menyentuh ruang hati. Aku hanya bisa merasakan
kekosongan hatinya yang telah tersayat tanpa bisa untuk mengisinya, bisakah kehadiranku untuk kembali mengisinya, meski aku mungkin hanya burung nuri untuk bisa menggantikan sayap elangnya
yang patah.