Archive for September, 2005

TV OPINI

Thursday, September 29th, 2005

 

perkosaan,
pencurian,
pencabulan
penjarahan,
pembunuhan
penipuan
dan penjambretan

Lewati kabe-kabel antena
masuk dan hiasi kotak TV Udin
menjadi cerita bapak-bapak di sawah
rumpian ibu-ibu di pasar
dan  mungkin juga
menjadi kurikulum Udin di sekolah

(kritik atas siaran TV)

apakah yang dianggap benar??

Thursday, September 29th, 2005

kadang setiap orang punya nilai kebenaran masing-masing
seorang anak melakukan sesuatu karena dia menganggap benar
dan sang orang tua pun bahwa yang benar adalah dia
sering kita menemukan hal seperti itu, kita menganggap bahwa kita benar
dan mungkin juga  belum benar menurut yang lain.
maka dimana letak keyakinan atas kebenaran itu.
apakah setiap orang mempunyai kebenaran masing-masing.
mungkin ini bisa dikembalikan kepada pribadi masing-masing untuk bisa melihat
dan menghargai setiap pendapat orang lain dengan lebih bijak,
tanpa adanya kekerasan yang dilakukan.
apakah otak semua yang ada di atas bumi ini sudah berkarat, sehingga setiap masalah
yang ada harus ditempuh dengan kekerasan?
apakah semuanya telah terperangkap dalam dunia yang menganggap kekerasan adalah jalan
yang harus dilalui dalam setiap perjalanan hidup manusia.
bukankah kita manusia yang masih bisa diajak untuk beebicara sehingga masalah yang ada
bisa diselesaikan dengan hati yang dingin   

air mata

Wednesday, September 28th, 2005

air mata jatuh tak teratur
bening putih tak ternoda
coba ceritakan
satu kisah
yang keluar dari
beningnya air mata

air mata kembali
jatuh tak teratur
sembunyikan duka
lara yang ada
apa yang terlihat
oleh mata
yang terus
mengeluarkan air mata

 
air mata jatuh
kembali tak teratur
coba katakan tentang
rasa yang muncul
dengan beningnya
kata-kata itu keluar
dan mencoba untuk
bersuara
walau terdengar
agak parau

 
airmata kembali
jatuh dan kembali tak teratur
coba kuatkan
segala apa yang ada
meski yang pernah ada telah tiada
dan kini semua
hanya bisa mengada-ada

berbuat dengan hati

Sunday, September 18th, 2005

kita mempunyai mata
tapi kadang kita tak bisa untuk melihat
kita mempunyai telinga
namun kadang kitak tak mendengar

apa yang terjadi dengan yang lain
kita memang melihat
kita memang mendengar
namun, tak bisa merasa

coba pejamkan mata
mencoba untuk melihat, mendengar serta merasa
dengan apa yang selama ini sering kita lupakan
yakni hati nurani yang ada dalam diri  kita.

sehingga
kita bisa merasakan
kita bisa mendengar
kita bisa melihat
apa yang selama ini
belum pernah kita lihat, kita dengar dan kita rasa
sudahkah kita benar-benar memakai hati kita
untuk melangkah ke depan atau hanya ambisi belaka

(sudut ruang gelap11.55 )