PENANTIAN
Tuesday, August 23rd, 2005jam di dindingku mulai berdetak lagi
dua belas kali seperti lalu
yang sepi tanpa dirimu
temani dudukku pada masa lalu
aku sudah menunggu mu
tanpa batas waktu yang tak tentu
karena engkau datang dan pergi
tanpa waktu yang menentu
kini ku berjalan dalam gelapnya malam
sendiri dengan langkah kaki goyah
hanya untuk menunggu waktu
bertemu dengan yang dinanti
meski lalui ribuan hari